oleh

Puluhan LSM di Kalimantan Selatan Gugat Class Action Terkait Banjir

BANJARMASIN – Puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalimantan Selatan mengajukan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Banjarmasin terkait banjir besar yang melanda di beberapa titik. Senin, (1/2/2021).

Ketua Umum P3HI Aspihani Ideris menjelaskan gugatan class action ini dilakukan terkait dampak banjir besar yang menyebabkan masyarakat Kalsel banyak yang dirugikan.

“Dampak banjir di Kalsel ini jika kita menilai dari secara materi kerugian tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp1,5 triliun rupiah,” kata Aspihani.

Baca Juga  Staf Ahli MPR RI Datangi Sekretariat SMSI dan Bahas Perkembangan Jurnalistik Digital Siber di Indonesia

Menurut laki-laki kelahiran Gudang Hirang 23 Januari 1975 ini, bedah perkara yang dilakukan P3HI bersama sejumlah petinggi LSM di Kalsel, untuk penilaian kerugian tersebut dinilai dari sektor pendidikan, kesehatan dan sosial, pertanian, perikanan, infrastruktur, dan produktivitas ekonomi masyarakat.

“Anda lihat sendirikan, tidak sedikit keramba ikan masyarakat banyak yang hancur, selain itu dari pertanian tidak sedikit tanaman padi dan lainnya mati akibat terendam air banjir besar ini, bahkan infrastruktur jalan dan jembatan banyak yang rusak” jelas tokoh pergerakan Kalsel ini.

Baca Juga  - Pemerintah kota Ambon menggelar Halal bI Halal yang dilangsungkan di gedung Islamic Center Ambon, Rabu (10/5/2023) siang. Dalam kegiatan tersebut juga dialkukan pelantikan Majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon. Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, Halal BI Halal merupakan program pemkot Ambon disetiap tahun pasca Idul Fitri. Menjadi momentum yang tepat dalam meningkatkan semangat kerja dan merajut kebersamaan terutama dalam tugas pengabdian dan pelayanan bagi kota Ambon tercinta. "Selaku Penjabat Wali Kota Ambon, saya menyambut gembira Halal BI Halal ini. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Indonesia termasuk di kota ini,"kata Wattimena saat memberikan sambutan. Dirinya juga berpesan kepada pengurus majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon, untuk segara menggelar rapat kerja dan menyusu program kerja, agar secepatnya dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai topoksinya. Dalam sambutannya, Wattimena mengaku dipenghujun masa baktinya selaku Pj. Wali Kota Ambon, dari 11 program prioritas yang diusungnya, masih terdapat sejumlah program yang belum terealisasi dengan baik. "Tinggal dua pekan lagi saya menjadi Pj. Wali Kota Ambon, saya sadar bahwa masih ada program yang belum terselesaikan namun saya optimis bahwa ke depan siapapun yang akan melanjutkan tugas ini akan melakukan yang terbaik untuk kita Ambon yang kita cintai ini,"kata Wattimena. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Agama kota Ambon, H.R.A.Fachrurrazy Hassannusi memberikan Hikmah Halal BI Halal. "Berbeda Agama itu biasa, tapi kalau kita ribut karena perbedaan rasanya kita belum dewasa untuk memaknai perbedaan, karena dalam perbedaan itu kita bersama- sama membangun kota ini,"terangnya. Kegiatan ini juga di hadiri Ketua DPRD Kota Ambon, perwakilan Kodam dan Polda Maluku seluruh jajaran ASN Pemkot dan Kemenag Kota Ambon, berbagai lapisan masyarakat meliputi Tokoh Adat, tokoh Agama, Akademis serta seluruh Anggota Forum komunikasi Umat beragama di ikuti undangan lainnya Halal BI Halal Pemkot Ambon itu di isi dengan berbagai penampilan mulai dari tarian hingga lagu-lagu religi.

Kata Aspihani, itu hanya kerugian secara materi mencapai Rp 1,5 triliun. Kerugian secara imaterial tidak bisa di nilai dengan uang.

“Satu triliun, dua atau tiga triliun, nggak bisa di nilai dengan jumlah uang kerugian imaterial ini. Tidak sedikit warga yang stress akibat dilanda bencana banjir besar di Kalsel ini,” tutup Aspihani. (*/cr3).

Baca Juga  Ketua Dewan Pers Kembangkan Jurnalisme Pancasila

News Feed