oleh

Persiapan RSUD Goeteng Taroenadibrata menjadi RS Khusus Covid-19

PURBALINGGA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goeteng Taroenadibrata disiapkan menjadi rumah sakit darurat rujukan khusus Covid-19. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang hampir penuh.

Informasi tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, dalam Rapat Paripurna DPRD Acara Persetujuan Bersama Terhadap Raperda Tentang RPJMD Tahun 2021 – 2026, di Ruang Rapat DPRD, beberapa hari lalu.

Baca Juga  Syukuran SMSI atas Penghargaan MURI Sudah Siap

“Kami sedang mempersiapkan Rumah Sakit Khusus Covid-19, rencananya akan kami tunjuk RSUD Goeteng Taroenadibrata. Sehingga nanti pasien yang non Covid-19 akan dialihkan ke RSUD Panti Nugroho atau RS swasta yang ada,” kata Bupati Tiwi.

Persiapan yang dilakukan, imbuhnya, meliputi penyediaan tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana pendukung. Bupati berharap, proses tersebut segera terlaksana sehingga RS Darurat Rujukan Khusus Covid-19 Kabupaten Purbalingga bisa digunakan pada akhir Juli 2021.

Baca Juga  - Pemerintah kota Ambon menggelar Halal bI Halal yang dilangsungkan di gedung Islamic Center Ambon, Rabu (10/5/2023) siang. Dalam kegiatan tersebut juga dialkukan pelantikan Majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon. Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, Halal BI Halal merupakan program pemkot Ambon disetiap tahun pasca Idul Fitri. Menjadi momentum yang tepat dalam meningkatkan semangat kerja dan merajut kebersamaan terutama dalam tugas pengabdian dan pelayanan bagi kota Ambon tercinta. "Selaku Penjabat Wali Kota Ambon, saya menyambut gembira Halal BI Halal ini. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Indonesia termasuk di kota ini,"kata Wattimena saat memberikan sambutan. Dirinya juga berpesan kepada pengurus majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon, untuk segara menggelar rapat kerja dan menyusu program kerja, agar secepatnya dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai topoksinya. Dalam sambutannya, Wattimena mengaku dipenghujun masa baktinya selaku Pj. Wali Kota Ambon, dari 11 program prioritas yang diusungnya, masih terdapat sejumlah program yang belum terealisasi dengan baik. "Tinggal dua pekan lagi saya menjadi Pj. Wali Kota Ambon, saya sadar bahwa masih ada program yang belum terselesaikan namun saya optimis bahwa ke depan siapapun yang akan melanjutkan tugas ini akan melakukan yang terbaik untuk kita Ambon yang kita cintai ini,"kata Wattimena. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Agama kota Ambon, H.R.A.Fachrurrazy Hassannusi memberikan Hikmah Halal BI Halal. "Berbeda Agama itu biasa, tapi kalau kita ribut karena perbedaan rasanya kita belum dewasa untuk memaknai perbedaan, karena dalam perbedaan itu kita bersama- sama membangun kota ini,"terangnya. Kegiatan ini juga di hadiri Ketua DPRD Kota Ambon, perwakilan Kodam dan Polda Maluku seluruh jajaran ASN Pemkot dan Kemenag Kota Ambon, berbagai lapisan masyarakat meliputi Tokoh Adat, tokoh Agama, Akademis serta seluruh Anggota Forum komunikasi Umat beragama di ikuti undangan lainnya Halal BI Halal Pemkot Ambon itu di isi dengan berbagai penampilan mulai dari tarian hingga lagu-lagu religi.

Sementara itu, terkait keterbatasan stok oksigen di sejumlah rumah sakit di wilayahnya, Tiwi mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menjaga ketersediaan stok oksigen.

“Oleh karenanya kami upayakan kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem Kerja Sama Operasional (KSO) dalam hal pengadaan oksigen di Kabupaten Purbalingga. Sehingga nantinya tidak ketergantungan stok oksigen dari pemerintah pusat maupun provinsi,” ujarnya.

Baca Juga  Badan POM Diminta Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara

Tiwi juga meminta seluruh perangkat desa untuk membentuk tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien Covid-19. Hal itu dimaksudkan untuk membantu para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mulai kewalahan akibat adanya peningkatan jumlah kematian pasien Covid-19. Para petugas pemakaman dari setiap desa akan mendapatkan pelatihan khusus dari BPBD dan Puskesmas, terutama penanganan jenazah yang sesuai dengan protokol kesehatan. (*/cr1)

Sumber: banten.siberindo.co

News Feed