oleh

Pembangunan Jalan Lingkar Kota Wonogiri Diperketat

WONOGIRI – Pada 2015 lalu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo marah mengetahui pembangunan Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri tidak beres. Setelahnya, pengawasan pembangunan diperketat. Kini, enam tahun berlalu, ruas sepanjang 15,594 kilometer itu rampung. Masyarakat pun mengunduh untung.

Kemarahan Ganjar, saat itu dipicu karena konstruksi ruas jalan beton yang tidak dilengkapi kerangka sepatu besi. Mengetahui hal tersebut, orang nomor satu di Jawa Tengah itu naik pitam dan memerintahkan sebagian ruas jalan yang telah dicor, yakni di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, untuk dibongkar.

Iki maksudku duwite rakyat mas, ngene iki sing marake aku ngamuk ya ngene iki (Ini duitnya rakyat mas. Ini yang menyebabkan saya marah),” ujar Ganjar kala itu (7 Oktober 2015).

Baca Juga  - Pemerintah kota Ambon menggelar Halal bI Halal yang dilangsungkan di gedung Islamic Center Ambon, Rabu (10/5/2023) siang. Dalam kegiatan tersebut juga dialkukan pelantikan Majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon. Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, Halal BI Halal merupakan program pemkot Ambon disetiap tahun pasca Idul Fitri. Menjadi momentum yang tepat dalam meningkatkan semangat kerja dan merajut kebersamaan terutama dalam tugas pengabdian dan pelayanan bagi kota Ambon tercinta. "Selaku Penjabat Wali Kota Ambon, saya menyambut gembira Halal BI Halal ini. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Indonesia termasuk di kota ini,"kata Wattimena saat memberikan sambutan. Dirinya juga berpesan kepada pengurus majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon, untuk segara menggelar rapat kerja dan menyusu program kerja, agar secepatnya dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai topoksinya. Dalam sambutannya, Wattimena mengaku dipenghujun masa baktinya selaku Pj. Wali Kota Ambon, dari 11 program prioritas yang diusungnya, masih terdapat sejumlah program yang belum terealisasi dengan baik. "Tinggal dua pekan lagi saya menjadi Pj. Wali Kota Ambon, saya sadar bahwa masih ada program yang belum terselesaikan namun saya optimis bahwa ke depan siapapun yang akan melanjutkan tugas ini akan melakukan yang terbaik untuk kita Ambon yang kita cintai ini,"kata Wattimena. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Agama kota Ambon, H.R.A.Fachrurrazy Hassannusi memberikan Hikmah Halal BI Halal. "Berbeda Agama itu biasa, tapi kalau kita ribut karena perbedaan rasanya kita belum dewasa untuk memaknai perbedaan, karena dalam perbedaan itu kita bersama- sama membangun kota ini,"terangnya. Kegiatan ini juga di hadiri Ketua DPRD Kota Ambon, perwakilan Kodam dan Polda Maluku seluruh jajaran ASN Pemkot dan Kemenag Kota Ambon, berbagai lapisan masyarakat meliputi Tokoh Adat, tokoh Agama, Akademis serta seluruh Anggota Forum komunikasi Umat beragama di ikuti undangan lainnya Halal BI Halal Pemkot Ambon itu di isi dengan berbagai penampilan mulai dari tarian hingga lagu-lagu religi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri Prihadi Ariyanto mengungkapkan, setelah Gubernur Ganjar marah, Pemkab Wonogiri yang memiliki ruas jalan tersebut lebih ketat mengawasi. Ini karena, selain menggunakan anggaran dari APBD Wonogiri ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), pembiayaan pembangunan JLK juga berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Jateng.

Ditambahkan, dari total anggaran untuk JLK Wonogiri sebesar Rp116 miliar, lebih kurang 78 persen berasal dari Bankeu Provinsi, sebesar Rp68 miliar. Adapun, durasi pengerjaannya memakan waktu sembilan tahun, dari 2010 hingga 2019.

“Setelah ada checking dari Pak Ganjar (enam tahun lalu), kita selaku yang punya kegiatan JLK terus meningkatkan sumber daya manusia dalam pengawasan. Kami perketat pengawasannya,” urainya, saat ditemui Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga  Pelaksanaan PTM Dua Sekolah di Jakarta Pusat Berjalan Sesuai Aturan yang Ditetapkan

Meskipun telah rampung, Prihadi menyebut pemanfaatan secara maksimal jalur ini masih menunggu beberapa kelengkapan dirampungkan, di antaranya pemasangan rambu, marka, dan sebagainya. Namun, saat ini masyarakat sekitar telah memanfaatkannya sebagai jalur antarkecamatan dan desa.

“Ini termasuk jalan kabupaten. Ke depan harapannya bisa mengurangi kepadatan dalam kota. Direncanakan jalur ini mungkin bisa dilalui untuk kendaraan berat,” imbuhnya.

Katrol Ekonomi Warga

Warga Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri Sugeng Mulyono, mengaku menjadi saksi saat enam tahun silam Ganjar Pranowo melakukan inspeksi di JLK Wonogiri. Kini, ia merasakan betul manfaat dari ruas jalan tersebut.

“Kami merasakan sendiri (melihat) dulu jalan ini dikomplain Pak Ganjar. Sempat marah karena konstruksi besi kurang memadai. Tapi kini imbasnya dirasakan masyarakat, perekonomian warga sangat naik,” tuturnya, dilansir jatengprov.go.id.

Dikatakan, sejak jalan tersebut dibangun perekonomian di kampungnya berderak. Ia sebagai pedagang pun merasakan imbas positif.

Baca Juga  Wawako Jakpus Tinjau Lokasi Pasca Kebakaran di Permukiman

“Ini dirasakan betul. Harga tanah melambung, banyak rumah kontrakan. Adanya JLK ini, tempatnya jadi strategis digunakan usaha,” sebut Sugeng.

Hal itu diamini oleh Kades Singodutan Karsanto. Menurutnya, imbas dari hadirnya JLK Wonogiri sangat positif. Selain mengatrol harga tanah dan menggerakkan perekonomian, jalur tersebut pun memudahkan akses warganya menuju desa lain.

“Sebelum ada JLK, warga sini kalau mau ke (desa) Pare memutar arah, waktunya agak lama. Dengan ini ya cepat sekali. Warga Pare kalau mau ke Pasar Kricak juga terbantu. Untuk jualan hasil bumi pun lancar,” pungkas Karsanto. (*/cr1)

News Feed