MAKASSAR.CO.ID – Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Jepara kembali meraih prestasi di bidang penelitian. Tim MTsN 1 Jepara membawa pulang dua medali emas dan satu perunggu pada Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026.
KREASI diselenggarakan ABAK Academy bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pencapaian ini menjadi buah dari proses belajar, ketekunan meneliti, serta kolaborasi antara siswa dan guru pembimbing dalam mengembangkan potensi di bidang riset dan inovasi.
Berikut tiga tim MTsN 1 Jepara peraih medali KREASI 2026:
A. Medali Emas
1. Muhammad Ilham dan Luthfiya Izdihar (Pembimbing: Gita Faroka)
2. Atiqa Fairuz dan Khalila Afira R. (Pembimbing: Syarafina Hanifah)
B. Medali Perunggu
Prasetya Ayu Handita dan Ayundira Salju Lembayung (Pembimbing: Farah Annisa F)
KREASI 2026 merupakan kompetisi riset dan inovasi yang berlangsung melalui rangkaian tahapan sejak Februari hingga Oktober 2026. Setelah melewati babak penyisihan pada Mei dan semifinal pada September, para finalis berkompetisi secara luring pada 17–19 Oktober 2026 di Yogyakarta.
Pada babak final, kompetisi ini mempertemukan 210 tim terbaik dari tujuh bidang, dengan masing-masing bidang diikuti 30 tim finalis. Para siswa saling menguji gagasan, memperluas wawasan, serta belajar dari beragam pendekatan penelitian yang dikembangkan peserta dari berbagai daerah.
“Keberhasilan tiga tim MTsN 1 Jepara menjadi pengingat bahwa riset bukanlah perjalanan instan. Ada proses panjang yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berpikir kritis, serta keterbukaan untuk memperbaiki gagasan,” terang Gita Faroka di Jepara, Selasa (20/10/2026).
“Setiap tahapan memberikan pelajaran bahwa sebuah hasil yang baik tidak hanya ditentukan oleh kecemerlangan ide, tetapi juga oleh kesungguhan dalam mengembangkan dan mempertanggungjawabkannya,” sambungnya.
Hal senada disampaikan Syarafina Hanifah. Menurutnya, MTsN 1 Jepara selama ini mengusung identitas sebagai Madrasah Literasi Berbasis Riset. “Pencapaian ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pembelajaran yang mendorong siswa untuk tidak sekadar menerima pengetahuan, tetapi juga aktif mencari, mengolah, dan mengembangkan ilmu pengetahuan,” sebutnya.
Lebih lanjut, Farah Annisa F mengatakan bahwa riset membuka kesempatan bagi siswa untuk melihat persoalan di sekitarnya dengan lebih kritis, mengajukan pertanyaan yang bermakna, dan mencari kemungkinan solusi berdasarkan data. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya belajar menghasilkan karya, tetapi juga membangun karakter ilmiah yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan kerendahan hati dalam mencari kebenaran.
“Dua medali emas dan satu medali perunggu yang diraih bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus belajar, memperluas cakrawala, dan mengembangkan penelitian yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kepala MTsN 1 Jepara Tafrikan mengapresiasi capaian siswanya. Dia juga mengapresiasi para guru pembimbing yang telah mendampingi siswa dalam menumbuhkan keberanian berpikir, menyusun gagasan, dan menjalani proses penelitian.
“Kolaborasi antara siswa dan guru menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas, kemandirian, dan inovasi,” paparnya.
Selamat kepada Muhammad Ilham, Luthfiya Izdihar, Atiqa Fairuz, Khalila Afira R., Prasetya Ayu Handita, dan Ayundira Salju Lembayung, beserta para guru pembimbing. Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal menuju karya-karya yang semakin bermakna dan membawa keberkahan bagi keluarga besar MTsN 1 Jepara.(***)







