oleh

Menaker: AI dan Otomasi Mengubah Kebutuhan Keterampilan Tenaga Kerja

MAKASAR.SIN.CO.ID – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan bahwa perkembangan AI, robotika, dan otomasi tengah mengubah struktur pasar kerja dan kebutuhan industri terhadap tenaga kerja. Perubahan ini menuntut pembenahan berkelanjutan di sektor ketenagakerjaan nasional agar produktivitas tenaga kerja Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan global.

“Industri kini menuntut efisiensi dan keahlian baru yang selaras dengan era digital,” kata Yassierli saat menjadi pembicara dalam Seminar Industrial Fair (Infair) bertajuk Driving Strategic Energy Efficiency Through High-Impact Operations to Accelerate National Productivity di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga  Baznas Semarang Salurkan Bantuan Berupa 1.500 Baju Hamzat

Yassierli menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu tantangan utama dalam mendongkrak produktivitas. Tantangan itu diperparah oleh kesenjangan produktivitas antar-sektor industri serta ketidaksesuaian (mismatch) antara keterampilan lulusan dan kebutuhan pasar kerja.

“Guna mengatasi tantangan tersebut, kami menawarkan perbaikan kualitas SDM, efisiensi alur kerja, inovasi hasil produksi, serta tata kelola kebijakan yang responsif,” ujarnya.

Baca Juga  Banjir Bandang Bima, Tim Relawan HMI Dirikan Posco Peduli di Desa Sakuru

Ia menegaskan, langkah-langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja. Peningkatan upah riil, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan produktivitas nasional.

Pola rekrutmen tenaga kerja pun turut bergeser. Dunia usaha kini lebih mempertimbangkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kemauan belajar berkelanjutan, tidak lagi semata bergantung pada ijazah sebagai indikator kualifikasi.

Baca Juga  Kerja Kolaboratif, Reformatif dan Transformatif Wujudkan Akselerasi Transformasi Digital

Dalam konteks ini, Yassierli menilai perguruan tinggi memegang peran vital untuk menyiapkan lulusan yang responsif terhadap perubahan teknologi dan dinamika industri, tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga adaptif.

“Perguruan tinggi memegang peranan sangat vital untuk memastikan para lulusannya tidak sekadar menguasai keahlian teknis, tetapi juga memiliki keterampilan adaptif,” ucapnya.(***)

News Feed