oleh

KURMA, Inovasi KUA Kaliori Tekan Angka Perceraian

MAKASAR.SIN.CO.ID – Perceraian menjadi fenomena mengkhawatirkan dan sudah banyak terjadi di masyarakat. Untuk mencegah bertambahnya angka perceraian, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaliori bekerja sama dengan Takmir Masjid menghadirkan inovasi KURMA, yaitu Layanan Konsultasi Urusan Keluarga dan Keagamaan KUA Kaliori.

Program KURMA dirilis dengan pemukulan bedug oleh Kepala Kemenag Rembang, Moh. Mukson pada Jumat (9/10/2026) di Masjid Ar-Rahman Tambakagung, Kecamatan Kaliori. Hadir, Kasi Bimas Islam Kemenag Rembang Sarip, jajaran Forkopimcam, dan oganisasi keagamaan.

Dengan layanan KURMA, masyarakat bisa berkonsultasi dengan para konselor yaitu para penyuluh Agama Islam dan penghulu KUA Kaliori, di salah satu ruangan masjid yang disediakan khusus. Adapun waktu layanan yaitu setiap Selasa pukul 08.00-16.00. Selain konsultasi di masjid Ar-Rahman, KURMA ini juga bisa dilakukan secara online melalui hotline whatsapp 083860464465. Dengan KURMA ini, masyarakat yang berkonsultasi akan dijaga kerahasiaan identitas dan kasusnya.

Baca Juga  Kajati DKI Reda Manthovani Terima Penghargaan dari Jaksa Agung

Kepala Kemenag Rembang, Moh. Mukson mengapresiasi inovasi KUA Kaliori. Inovasi ini merupakan salah satu jawaban atas permasalahan yang marak terjadi di masyarakat, yaitu perceraian.

“Kami apresiasi tinggi kepada KUA Kaliori dan takmir masjid yang bekerja sama menghadirkan layanan ini untuk pelaku rumah tangga yang sedang bermasalah. Sehingga ketika ada masalah, mereka akan lari ke masjid, bukan ke pihak-pihak lain yang tidak semestinya, apalagi curhat di media sosial,” kata Mukson.

Baca Juga  Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, LaNyalla: Menginjak-injak Kehormatan RI!

Ia menambahkan, inovasi ini merupakan antisipasi dari fenomena sosial yang merupakan keprihatinan kita hari ini. “ Suasana keluarga kita adalah sebuah potret buram. Karena angka perceraian di Indonesia cukup tinggi, yaitu sekitar 400ribu. Sementara angka pernikahan mencapai sekitar 1,4juta. Presentase yang sangat tinggi untuk angka perceraian,” kata Mukson.

Ia mengungkapkan, rumah tangga yang sedang menghadapi permasalahan bisa diperbaiki dengan KURMA ini. “Karena perceraian akan membawakan dampak negatif bagi keluarga, utamanya anak-anak,” ucap Mukson.

Kasi Bimas Islam Kemenag Rembang, Sarip mengatakan, inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingkat perceraian di Kabupaten Rembang yang masih tinggi. Data dari Pengadilan Agama Kabupaten Rembang, jumlah perceraian di Rembang pada tahun 2025 mencapai 1.035 kasus. Dan ada Januari-September 2026 sudah mencapai 766 kasus.

Baca Juga  Sampaikan Pesan Megawati, Hasto Gowes Keliling Surabaya 50 KM

Dari angka tersebut, pihaknya merasa perlu hadir untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, yaitu keluarga yang bermasalah, agar bisa kembali membangun keluarga yang Sakinah.
“Prinsip kami, warga menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman untuk berkonsultasi mengenai masalah rumah tangga. Mereka datang dengan masalah, dan pulang dengan solusi,” kata Sarip.

Ketua Takmir Masjid Ar-Rahman, KH Ali Masduqi menyampaikan rasa bangga KUA Kaliori dan masjid Ar-Rahman bisa mendatangkan kemaslaharan untuk masyarakat. “Ini seperti harapan kami, menjadi masjid nyaman untuk masyarakat. Tak hanya untuk ibadah, namun juga untuk menyelesaikan masalah ruma tangga,” katanya.(***)

News Feed