oleh

Kedaireka dengan Bumdes dan Desa Melakukan Kolaborasi

Dalam rangka menyejahterakan masyarakat, program Kampus Merdeka dan Kedaireka melakukan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Desa untuk pengembangan serta upaya revitalisasi Bumdes. Hal tersebut dirangkum dalam sebuah acara bertajuk “Kick Off Kolaborasi Bumdes Industri Kampus 2021”, Kamis (21/01/2021), yang berlangsung secara virtual. Program Kedaireka siap mendukung scale up program Bumdes dan berbagai mitranya seperti BRI, Softaet, Bumdes Nusantara, Sari Husada dan Perguruan Tinggi yang menjalin kerja sama melalui MoU.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam, pada acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut mengatakan bahwa Perguruan Tinggi harus cepat beradaptasi dengan perubahan yang pesat yang terjadi saat ini, dan perubahan pola-pola harus dilakukan, seperti mahasiswa yang dahulu mungkin berada dalam lorong-lorong yang sempit di dalam program studinya, kini menuju pada pembelajaran yang lebih luas, untuk mewujudkan setiap potensi yang ada di negeri ini.

Baca Juga  - Pemerintah kota Ambon menggelar Halal bI Halal yang dilangsungkan di gedung Islamic Center Ambon, Rabu (10/5/2023) siang. Dalam kegiatan tersebut juga dialkukan pelantikan Majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon. Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, Halal BI Halal merupakan program pemkot Ambon disetiap tahun pasca Idul Fitri. Menjadi momentum yang tepat dalam meningkatkan semangat kerja dan merajut kebersamaan terutama dalam tugas pengabdian dan pelayanan bagi kota Ambon tercinta. "Selaku Penjabat Wali Kota Ambon, saya menyambut gembira Halal BI Halal ini. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Indonesia termasuk di kota ini,"kata Wattimena saat memberikan sambutan. Dirinya juga berpesan kepada pengurus majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon, untuk segara menggelar rapat kerja dan menyusu program kerja, agar secepatnya dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai topoksinya. Dalam sambutannya, Wattimena mengaku dipenghujun masa baktinya selaku Pj. Wali Kota Ambon, dari 11 program prioritas yang diusungnya, masih terdapat sejumlah program yang belum terealisasi dengan baik. "Tinggal dua pekan lagi saya menjadi Pj. Wali Kota Ambon, saya sadar bahwa masih ada program yang belum terselesaikan namun saya optimis bahwa ke depan siapapun yang akan melanjutkan tugas ini akan melakukan yang terbaik untuk kita Ambon yang kita cintai ini,"kata Wattimena. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Agama kota Ambon, H.R.A.Fachrurrazy Hassannusi memberikan Hikmah Halal BI Halal. "Berbeda Agama itu biasa, tapi kalau kita ribut karena perbedaan rasanya kita belum dewasa untuk memaknai perbedaan, karena dalam perbedaan itu kita bersama- sama membangun kota ini,"terangnya. Kegiatan ini juga di hadiri Ketua DPRD Kota Ambon, perwakilan Kodam dan Polda Maluku seluruh jajaran ASN Pemkot dan Kemenag Kota Ambon, berbagai lapisan masyarakat meliputi Tokoh Adat, tokoh Agama, Akademis serta seluruh Anggota Forum komunikasi Umat beragama di ikuti undangan lainnya Halal BI Halal Pemkot Ambon itu di isi dengan berbagai penampilan mulai dari tarian hingga lagu-lagu religi.

Nizam memaparkan bahwa saat ini kita juga berada pada beberapa hal yang harus dihadapi yang disebut sebagai megatrend dunia, beberapa hal tersebut antara lain perubahan geopolitik, demografi dunia, urbanisasi global, perdagangan internasional, keuangan global, kelas pendapatan menengah, persaingan sumber daya alam, perubahan iklim, dan kemajuan teknologi. Kesemuanya tutur Nizam, harus dapat dihadapi bersama, terutama oleh dunia pendidikan tinggi dan juga adaptasi yang dapat dilakukan oleh desa. Karenanya kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan desa harus ditingkatkan.Nizam jelaskan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan khusus untuk program Kedaireka sebagai dana pendamping sebesar Rp250 Miliar, dan hal tersebut terbuka bagi mitra-mitra industri yang peduli dengan pembangunan desa.

Baca Juga  845 Warga Perbatasan NTT-Timor Leste Kini Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

“Kita harus bergandengan tangan, berkolaborasi, bergotong royong membangun negeri, dimulai dari pendampingan, pengelolaan dan peningkatan keahlian dan  kapasitas pengurus Bumdes untuk meningkatkan sumber  daya alam dan kerja sama dengan ind

ustri,” jelas Nizam.

Nizam Mengatakan, Kedaireka hadir untuk menggandeng tangan teman-teman di Bumdes yang mungkin bisa dioptimalkan lebih lanjut dan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki ide, pemikiran, riset dan pengembangan serta sumber daya manusia.

“Kedaireka hadir sebagai mata rantai untuk menghubungkan antara hulu dan hilir, menghubungkan antara masyarakat dan kampus, Bumdes dan kampus, menghubungkan dengan mahasiswa dan sebaliknya,” tutur Nizam.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid, yang memberikan arahan stategis terhadap dana desa 2021 dan sangat mengapresiasi hadirnya Kedaireka dari Ditjen Dikti.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Deklarasikan Bekas Sekpri Prabowo sebagai Calon Walikota Bandung

“Bumdes dengan indutri kampus dapat dikemas dalam satu platfom baru yaitu Kedaireka, dan di sisi lain saya senang dari ruang lingkup pelatihan, bagaimana kita mendorong, menaikkan kompetensi dari Bumdes dan desa kita supaya beradaptasi berbagai macam dinamika,” ucap Taufik.

Taufik Madjid mengatakan, bahwa ada 5 aspek prinsip dana desa yaitu, Aspek Kemanusiaan, Keadilan Sosial, Kebhinekaan, keseimbangan Alam dan Kepentingan Nasional. Taufik menjelaskan 3 Prioritas Penggunaan Dana Desa diarahkan untuk percepatan aksi Sustainable Development Goals (SDGs) desa, yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional, Program Proritas Nasional dan Adaptasi Kebiasaan Baru Desa. Acara diakhiri dengan pelaksanaan tanda tangan MoU secara virtual oleh beberapa Perguruan Tinggi.(*/cr7)

 

Sumber : kemdikbud.go.id

News Feed