oleh

Grobogan Berhasil Keluar dari Zona Merah

GROBOGAN – Beberapa hari sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kasus Covid-19 di Kabupaten Grobogan menurun. Bahkan, kabupaten tersebut berhasil keluar dari zona merah.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Sumarsono, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/7/2021). Menurutnya, selama PPKM Darurat, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Grobogan telah melakukan berbagai upaya untuk menekan mobilitas warga. Termasuk, melakukan penyekatan di berbagai jalan perbatasan kabupaten lain.

Beberapa titik penyekatan seperti di Kecamatan Godong untuk membatasi pengendara dari Kabupaten Semarang dan Demak, serta penyekatan di Desa Wandanmiri Kecamatan Klambu, yang berbatasan dengan Kabupaten Kudus. Ada pula pos penyekatan di jalan masuk Purwodadi arah Pati-Blora, tepatnya di pertigaan sebelum Jembatan Lusi. Kemudian Jalan Purwodadi A Yani (Kota Purwodadi), arah Simpanglima Purwodadi, perbatasan Purwodadi-Pati tepatnya di Desa Sumberjatipohon Kecamatan Grobogan

Baca Juga  Natsir Zubaidi Minta Kemenko PMK Susun RAN untuk Anak Yatim dan Putus Sekolah

“Alhamdulillah kita keluar dari 25 zona merah di Jawa Tengah. Ini berkat kerja keras rakyat Kabupaten Grobogan semuanya,” jelasnya.

Ditambahkan, dari titik penyekatan, petugas sering melakukan rapid test antigen secara acak bagi pengandara. Hasilnya, masih ada beberapa orang yang positif. Selanjutnya, petugas meminta pengendara untuk putar balik dan melakukan isolasi mandiri. Selain itu petugas juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Baca Juga  Gerindra Minta Pemerintah Bangun RS Darurat di Zona Merah COVID-19

Sumarsono mengatakan, dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat, untuk bisa menekan kasus Covid-19. Apalagi, saat ini Kabupaten Grobogan juga melakukan Gerakan di Rumah Saja setiap hari Minggu, sebagai upaya mengajak masyarakat untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Namun sayangnya, masih ditemukan sejumlah orang yang bersepeda di jalanan pada hari Minggu. Ironisnya, kebanyakan di antara mereka adalah pensiunan pegawai, yang semestinya turut membantu menyukseskan Gerakan Sehari di Rumah Saja.

Baca Juga  - Pemerintah kota Ambon menggelar Halal bI Halal yang dilangsungkan di gedung Islamic Center Ambon, Rabu (10/5/2023) siang. Dalam kegiatan tersebut juga dialkukan pelantikan Majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon. Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, Halal BI Halal merupakan program pemkot Ambon disetiap tahun pasca Idul Fitri. Menjadi momentum yang tepat dalam meningkatkan semangat kerja dan merajut kebersamaan terutama dalam tugas pengabdian dan pelayanan bagi kota Ambon tercinta. "Selaku Penjabat Wali Kota Ambon, saya menyambut gembira Halal BI Halal ini. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Indonesia termasuk di kota ini,"kata Wattimena saat memberikan sambutan. Dirinya juga berpesan kepada pengurus majelis Ta'lim Al -Madinah Pemkot Ambon, untuk segara menggelar rapat kerja dan menyusu program kerja, agar secepatnya dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai topoksinya. Dalam sambutannya, Wattimena mengaku dipenghujun masa baktinya selaku Pj. Wali Kota Ambon, dari 11 program prioritas yang diusungnya, masih terdapat sejumlah program yang belum terealisasi dengan baik. "Tinggal dua pekan lagi saya menjadi Pj. Wali Kota Ambon, saya sadar bahwa masih ada program yang belum terselesaikan namun saya optimis bahwa ke depan siapapun yang akan melanjutkan tugas ini akan melakukan yang terbaik untuk kita Ambon yang kita cintai ini,"kata Wattimena. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Agama kota Ambon, H.R.A.Fachrurrazy Hassannusi memberikan Hikmah Halal BI Halal. "Berbeda Agama itu biasa, tapi kalau kita ribut karena perbedaan rasanya kita belum dewasa untuk memaknai perbedaan, karena dalam perbedaan itu kita bersama- sama membangun kota ini,"terangnya. Kegiatan ini juga di hadiri Ketua DPRD Kota Ambon, perwakilan Kodam dan Polda Maluku seluruh jajaran ASN Pemkot dan Kemenag Kota Ambon, berbagai lapisan masyarakat meliputi Tokoh Adat, tokoh Agama, Akademis serta seluruh Anggota Forum komunikasi Umat beragama di ikuti undangan lainnya Halal BI Halal Pemkot Ambon itu di isi dengan berbagai penampilan mulai dari tarian hingga lagu-lagu religi.

“Hari Minggu masih ada yang sepedaan di Gambrengan. Itu malah orang berpendidikan. Harusnya mereka memberikan contoh baik, menyukseskan Gerakan Grobogan di Rumah Saja. Kesadaran masyarakat penting. Tanpa kesadaran masyarakat, upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan maksimal,” bebernya. (*/cr1)

Sumber: jatengprov.go.id

News Feed